Sikap Atha’ Bin Abi Rabah Dan Nasihatnya Pada Khalifah

Sangpencerah.id – Atha’ Bin Abi Rabah masuk ke Istana Khalifah, Berbincang Sampai Beliau Keluar Lagi. Tapi Tak Seteguk Air pun yang beliau Minum.

Atha’ bin Abi Rabah. Beliau dikenal sebagai ulama yang luas ilmunya dan kuat wibawanya. Suatu ketika, beliau datang menemui khalifah Hisyam bin ‘Abdul Malik. Sang khalifah menyambut beliau dengan penuh penghormatan. Beliau mempersilakan Atha’ menyampaikan keperluannya. Satu per satu keperluannya dengan khalifah beliau sampaikan. Tak satupun menyangkut urusan pribadinya. Semua berkaitan dengan masalah umat.

Bahkan, Atha’ bin Abi Rabah menutup rangkaian hajatnya pada khalifah dengan nasihat takwa yang sangat menyentuh jiwa. Selesai itu, beliau langsung pamit pulang. Seorang pembantu khalifah bergegas mengejar Atha’ guna menyerahkan hadiah dari khalifah. Tapi, dengan halus, hadiah itu beliau tolak.

Rasanya, kangen sekali kita dengan sosok tokoh seperti ini. Pribadi yang tidak takluk oleh dunia. Pribadi yang memandang dunia tak lebih dari tempat singgah sementara. Pribadi yang menjaga diri dari iming-iming harta, apalagi terang-terangan meminta. Pribadi yang ketika kebenaran telah sampai di ujung lidahnya, maka tak seorang pun mampu membeli dan membelokkannya.

Tokoh seperti ini pernah bersiar dalam peradaban Islam dulu kala. Saya ingin menukil fragmen kisahnya agar dapat dibaca anak-anak kita. Mudah-mudahan, dapat menginspirasi mereka. Dapat menerbitkan harapan dan rasa bangga pada diri anak-anak kita, bahwa Islam itu indah, banyak orang mulia, tidak melulu buruk seperti yang didongengkan media massa. (Abun Nanda)

Sumber : sangpencerah.id